Sunday, September 13, 2009

A Letter to Father



Aku hidup dengan penuh keistimewaan yang di berikan oleh sang Pencipta kepada kedua orng tua ku. Segala kebutuhanku dapat terpenuhi karena kekuatan ayah dan ibuku dalam memnuhi kebutuhan kelurga. Ayahku seorang pensuan ABRI yang mempunya semangat besar dalam menjalakan hidupnya. Beliau bagaikan ombak yang terus berderu dengan kencang walapun waktu terus belalu.

Kelelahan selalu aku lihat di raut wajahnya yang sudah mulai mengerut, tapi semngat hidup terus beliau kobarkan tanpa lelah. Dengan semangat itu beliau sangat enggan melihat orng orang yang berdaya tetapi tidak memanfaatkan kaki tangan dan fikiran untuk menyempurnakan hidup. Perinsip itu yang sangat beliau ajarkan kepada buah hatinya agar terus beguna untuk diri kita, orng lain dan agama. Dengan segala kekerasanya beliau uraikan dengan kata kata agar anak2nya mau untuk berprilaku sesuai dengan seharusnya.

Kadang kala sifat kolotnya membuat kita enggan menatap wajahnya dan membiarkanya terlena dengan keemosianya yang meletup letup. Bagaimanapun dibalik ini semua, sang colonel menyimpan sejuta kasih dan sayang yang diuraikan melalu sejuta langkah untuk menebarkan kehangatannya sebagai seorng pemimpin.

Tiada ada yang bisa mengantikan kasih sayang beliau kepada anak2nya. Rasa trima kasih tiada akan pernah cukup untuk membalas segala kasih sayangnya. Doa dan harapan akan terus berkumandang di dalam hati dan sanubaruku. Bapak akan selalu jadi panutan kami, Bapak akan selalu menjadi motivasi kamu untuk terus maju dan membahagikan mu bapak.

Fajar yakin sudah banyak kegagalan yang Fajar raih tapi bapak masih tetap menjadi Bapak yang selalu menerima dengan lapang dada. Satu permintaan maaf Fajar, bahwa Fajar tidak bisa menjadi manusia yang Bapak inginkan, tapi inilah jalah hidup Fajar. Fajar tau, mungkin Fajar tidak bisa membanggakan Bapak dan kelurga, tapi fajar berjanji akan selalu berbuat yang terbaik untuk bapak.

I love u Bapak..

Pilihan Hidup..


Hidup memang gk pernah bisa di tebak, sesuatu yang kita pikir akan baik2 saja, bisa tiba2 berbalik menjadi suatu hal yang buruk. Mencoba untuk lari dari kenyatan, akan menambah beban yang sangat berat untuk kedepanya, karena pada intinya menghidar dari kenyatan hanya akan membantu dalam sesaat.

Terus berfikir untuk mencari jalan keluar yang terbaik adalah usaha setiap manusai jika terjebak dalam suatu masalah. Tidak hnya mencari jalan kelur, kebingungan pun melanda. Mencoba mencari solusi dengan menanyakan pendapat ke orng2 yng kita percaya sudah seharusnya. Memang Cukup lelah dan memakan wktu untuk mengatasi ini semua. Melibatakan emosi dan pikiran dan juga akan memberikan perngaruh pada orang2 di sekitar kita.. 

Memang semua serba salah, Kadang kala kita tidak menginginkan untuk menyusahkan orng lain. Rasanya ingin membawa beban ini sendir. Tapi ini bukan solusi yang tepat. Kita harus mencoba untuh sharing dengan orng2 yang kita percayai. Karena ketika kita sedang menhadapi maslah pikiran kita akan di kuasi oleh kecemasan, jadi kita akan sulit untuk berfikir secara logic dan tepat.

Memang Apa yang terjadi dengan kita bukan berati akhir dari segalanya. Masalah itu hnya sebuah krikil yang harus di lewati. Ini merupakan ujian hidup yang harus di hadapi. Kita harus selalu ingat bahwa Tuhan gak akan pernah kasih cobaan yang melebihi kemampuan umatnya.Dan gw yakin di balik semua ini pasti ada hikmahnya. Semua maslah yang kita hadapi, akan mebuat kita untuk belajar menjadi orng yang kuat.

Memang hidup ini adalah sebuah perjuangan dan di setiap perjungan belum tentu bisa di menangkan. Yang terpenting adalah kita mengetahui dimana posisi kita berada dengan menyadari diri kita sendir dan mau beljar dari sebuah kegaglan. Terus semangat dan berdoa, Insya Allah, Tuhan akan membukakan jalan untuk kita.

Words of Memory


Hampir Ke situ 

Aku sadar bukan mudah
Untuk mengejar mimpi indah
Pernah suatu ketika dulu
Ku punya harapan besar
Kini aku tak pasti
Dapatkah ku miliki

Sudah jauh kita tempuh
Kekalkanlah impian lalu
Mungkin ada hikmat 
Yang akan menunggu 
Di penghujung jalan
Biar nanti kecewa
Setidak-tidaknya coba

Jika halangan menduga perjalanan kita
Janganlah kau putus asa
Karena ku ada di sisi setia menemani
Andai semangatmu gugur
Genggamlah tanganku
Kita hampir ke situ

Adakala ku terasa
Ketabahan tak setegar
Tetapi apakan gunanya
Berhenti separuh jalan
Percayalah padaku
Aku yakin kita mampu

Biar orang katakan
Rapuhnya harapan
Bukan mereka tentukan lagi
Kau ada aku dan aku punya kamu
Apa jua akhirnya tetap bersama

-Az-
16 Maret 2008