Tadi malam waktu sedang mengepack barang2 yang harus di kirim ke indonesia, tiba2 gw menemukan satu buku tulis yang dulu gw pake buat mencoret2 keluh kesah kehidupan yang gw hadapi waktu itu. Di beberpa halaman buku itu gw menemukan ada puisi yang membuat gw mengingat pada masa itu. Puisi itu gw tulis tahun 2005 yang berjudul Pintu..
PINTU
Pintu itu masih saja berdiri di depanku
Selalu memandanginya dengan berharap ensel itu berputar
Sengaja takku biarkan pintu itu terkunci
Walapun rasa gundah dihati
Rasa gelisah terus menghampiri
masih mengaharpkan pintu itu berayun
trus ku pandangi sebuah kayu berbentuk persegi
mengharapkan segera berderuh suara lirih yang kencang
rasa inginku hilang seketika
seiring waktu berhembus pergi
dan terbang ke alam mimpi
akupun tetap terus mencoba untuk memandanginya
meskipun mataku terlelap dengan heningnya malam
12 september 2005
11.28pm
huh, sedikit norakk dan berantakan tapi itulah dulu. Entah ada angin apa, yang buat gw nulis puisi kyk gitu, tapi memang puisi itu bener2 menggambarkan keadaan gw waktu itu. Dan sampai sekarang pintu itu masih tertutup dan sudah lelah memandanginya. Berharap orang lain akan membukakan pintu itu agar gw bisa terbang meski sayapnya harus tertinggal.